Kamis, 12 Mei 2016

Bunga Fenugreek/Hilba

Fenugreek/Hilba/Hulbah adalah salah satu ramuan herbal yang dianggap sebagai tanaman yang memiliki fungsi penyembuhan dan afrodisiak. Fenugreek adalah tanaman yang mudah tumbuh dimana saja meskipun ditanam di tanah yang kering. Fenugreek berasal dari wilayah Mediterania, dan telah lama di bumidayakan di Cina, Indoa, maroko dan Turki untuk keperluan pengobatan dan kuliner. Istilah botani Fenugreek adalah Trigonella foenicum-graecum.
Dilihat dari sejarahnya, tanaman Fenugreek telah lama dikenal. Bukti arkeolog menunjukkan bahwa orang Mesir kuno menggunakan ramuan ini tidak hanya sebagai obat dan makanan tapi juga untuk digunakan dalam proses pembalseman mumi.
Sebagai herbal, fenugreek tidak hanya memiliki berbagai vitamin seperti A B2, B1, B3, B5, B6, B15, B17, C, D, E, H, kolin, asam folat, inositol tapi hampir semua mineral penting seperti kalsium, kromium, iodin , besi, magnesium, mangan, molibdenum, fosfor, potasium, selenium, silikon, natrium, belerang, seng. Ramuan fenugreek juga mengandung protein sebanyak 30-36% dengan semua asam amino esensial.
Fenugreek telah dianggap sebagai zat antioksidan paling kuno yang dikenal manusia. Nilai gizi, vitamin dan mineral yang dikandungnya dapat memerangi radikal bebas dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan tubuh yang sehat maka vitalitas seks dapat tetap terjaga.
Penyelidikan modern terhadap unsur kimia yang dikandung fenugreek mengungkapkan bahwa fenugreek memiliki banyak zat yang dapat meningkatkan hasrat seksual atau mengoptimalkan efek hormon seks dalam tubuh. Beberapa senyawa kimia tersebut adalah trimetilamina dan diosgenin yang merupakan senyawa steroid yang berfungsi memfasilitasi sistesis dari banyak hormon dalam tubuh.
Fenugreek tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil karena zat yang dikandung dapat merangsang kontraksi pada rahim. Ramuan ini juga dapat mengganggu penyerapa zat besi dan karenanya tidak bleh dikonsumsi oleh penderita anemia, orang yang mengkonsumsi obat pengencer darah. Mengkonsumsi fenugreek secara berlebih mengakibatkan diare, dan mual-mual.
 
 

Bunga Honeysuckle

Di masa lampau banyak keluarga Tiongkok memanfaatkan teh bunga untuk mengobati berbagai macam jenis flu.
Saat terkena demam, mereka mengonsumsi teh jahe panas, saat diserang flu, mereka mengonsumsi teh bunga emas-perak (gold-silver flower tea). Masyarakat Barat mengenalnya dengan nama bunga honeysuckle.
Teh honeysuckle tidak hanya digunakan untuk menangani flu, dia juga bisa meredakan panas yang berlebihan dan mengeluarkan racun dari tubuh. Jika seseorang mengalami panas yang berlebihan, dia akan cenderung gelisah dan mudah tersinggung. Panas berlebihan ini yang menyebabkan seseorang mengalami masalah internal maupun eksternal. Jerawat dan bau mulut menunjukkan adanya panas yang berlebihan dalam perut dan makanan tidak tercerna dengan baik.
Karena mengandung lonicerin, saponin dan inositol, tanaman ini memiliki efek antibakteri dan anti-virus. Saat ini banyak digunakan sebagai obat sistitis (radang kandung kemih), radang sendi, infeksi mata dan tenggorokan, hepatitis menular, serta influenza. Tanaman ini juga dapat melindungi hati dan menurunkan kolesterol. Orang Kanton suka merebus tanaman ini untuk memandikan bayi yang sedang menderita campak atau meminumkannya untuk mengobati gondok.
 
Berikut Cara Membuat Teh Honeysuckle:
Pertama, bilas tanaman dengan air panas. Kemudian masukkan ke dalam air mendidih selama 3 sampai 5 menit. Sajikan saat panas. Tambahkan madu untuk menambah rasa.
 
 

Bunga Insulin

Tanaman daun insulin memiliki nama ilmiah Tithonia diversifolia. Tanaman ini berasal dari meksiko. Nama lokal untuk tanaman ini yaitu rondo semoyo, kembang bulan, kayu paik, kipait dan harsaga. Sebagian masyarakat menyebutnya tanaman paitan karena tangan akan terasa pahit jika memegang daun tanaman ini. Tanaman ini jarang sekali dibudidayakan dengan sengaja melainkan hanya digunakan sebagai tanaman pagar. Tanaman ini juga banyak tumbuh liar di pinggir sungai atau pekarangan. Tanaman yang dikenal sebagai Mexican Sunflowe ini memiliki ciri berdaun menjari, batang berkayu dengan tinggi 1 meter dan memiliki bunga berwarna kuning menyerupai bunga matahari.
Tanaman daun insulin ini memang masih kurang dikenal oleh masyarakat. Berdasarkan pengamatan saya, kebanyakan orang menanam daun insulin di halaman rumah merupakan keluarga penderita diabetes. Diluar negri tanaman ini populer dengan sebutan mexican sunflower dan biasa digunakan sebagai antidiabetes dan anti virus oleh masyarakat taiwan. Di negara Kenya tanaman ini digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Sementara di Nigeria, tanaman daun insulin ini biasa digunakan oleh masyarakat untuk obat malaria, liver, dan radang tenggorokan.
Cara membuat jamu daun insulin
Cara membuat jamu daun insulin sangatlah mudah, yaitu:
1. Ambil 10 lembar daun insulin (bisa daun segar ataupun daun yang sudah kering)
2. Rebus dalam 4 gelas air 
3. Biarkan rebusan sampai tersisa 3 gelas
4. Diminum saat hangat atau dingin. Ampas sisa rebusan dapat direbus kembali hingga warna bening.
Untuk penyembuhan jamu daun insulin dapat konsumsi 3x sehari (setiap minum 1 gelas). Jika gula darah sudah turun frekuensi konsumsi jamu bisa dikurangi menjadi 2x sehari dan 1x sehari. Rutin memeriksakan kadar gula darah sangat penting dilakukan untuk mengontrol gula darah. Pengobatan diabetes mellitus dengan jamu daun insulin juga harus dibarengi dengan diet gula.
 

Bunga Jeumpa/Cempaka

Bungong Jeumpa/Cempaka dalam bahasa Indonesia (Camellia sp) adalah jemis tanaman berbunga dari suku Magnoliaceae dengan pohon berukuran sedang dengan tinggi mencapai 25 meter dan diameter 50 cm. Batang lurus, bulat, kulit batangnya halus berwarna coklat keabu-abuan. Tajuknya agak jarang dan agak melebar dengan percabangan yang tidak teratur. Daunnya tunggal, berseling, berbentuk lanset yang agak melebar, berukuran sedang dan berbulu halus pada permukaan bawahnya. Bunga berwarna kuning tua, harum, berukuran agak besar tersusun dalam untaian yang tumbuh pada ketiak daun. Bunga ini termasuk tanaman yang tumbuh didaerah Tropis dan SubTropis di Asia Selatan dan Asia Tenggara serta Tiongkok Selatan. 
Bunga Jeumpa masih termasuk tumbuhan purba dan asal-usulnya dapat ditelusuri hingga 95 juta tahun yang lalu. Bunga Jeumpa ini diduga kuat berasal dari India dan bagian yang biasa dimanfaatkan adalah bagian batang, daun dan bunganya.Bunga Jeumpa bahkan sejak zaman sebelum kemerdekaan telah dijadikan judul lagu dan juga judul Novel. Hal ini menunjukkan hubungan yang sangat erat antara rakyat Aceh dengan bunga tersebut. Oleh karena itu Pemerintah Daerah istimewa Aceh (pada saat itu) menjadikan Bunga Jeumpa sebagai flora khas Aceh.
Selain terkenal karena kecantikan bunganya, Bungong Jeumpa ternyata juga bermanfaat dari sisi kesehatan dan bahan bangunan. Manfaatnya antara lain:
  • Sebagai bahan bangunan kayu Bunga Jeumpa dimanfaatkan untuk kayu bangunan, papan mebel dan panel. Sedangkan daunnya dapat menghasilkan minyak yang dapat diekspor.
  • Sisi Kesehatan, Bunga Cempaka Kuning bermanfaat untuk wanita yang baru melahirkan dan mengobati demam selesma. Cara pakainya: untuk wanita sehabis melahirkan adalah dengan cara mengambil beberapa helai daunnya dan bersihkan terlebih dahulu kemudian rebuslah sampai mendidih lalu setelah airnya suam-suam kuku barulah diminum
  • untuk mengobati demam selesma, ambil akarnya dipecah-pecahkan, rebus sampai mendidih dan setelah airnya suam-suam kuku barulah diminum perlahan.

Bunga Kupu-Kupu

Tanaman yang memiliki nama latin Bauhinia purpurea L ini termasuk ke dalam golongan tanaman yang dapat hidup di tempat terbuka dan terkena sinar matahari secara langsung.

Tanaman ini sering ditanam di pinggir jalan atau dapat dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah. Selain itu, tanaman ini dapat tumbuh liar sebagai semak belukar. Perawatan tanaman ini tidak terlalu sulit, agar mendapatkan tanaman yang indah, Anda harus menyiapkan lahan yang subur, gembur, dan pengaturan drainase yang baik. Tanaman ini tumbuh baik di daerah beriklim tropis dan subtropis dengan ketinggian antara 500-2000 meter dpl.
Pohon bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea) berukuran sedang dengan tinggi mencapai 5 meter. Kulit batang berwarna coklat keabu-abuan. Daun berukuran 10-20 cm, berwarna hijau dengan bentuk menyerupai sayap kupu-kupu; bagian pangkal membulat ganda (seperti pangkal hati) dan bagian ujungnya pun ganda melonjong. Bunga berwarna merah muda, terdiri atas lima kelopak, dan berwarna harum.
Manfaat dan Khasiat Bunga Kupu - Kupu (Bauhinia purpurea) untuk :


  1. Diabetes
  2. Nyeri
  3. Gondok
  4. Anti Bakteri
  5. Rematik
  6. Kanker
  7. Diare
  8. Diet
  9. Untuk mengobati bisul
  10. Pengobatan luka

Bunga Kol

Bunga kol atau kembang kol memiliki manfaat bagi kesehatan seperti, gangguan pencernaan, mencegah efek radiasi ultraviolet, diabetes, radang usus, degenerasi makula, obesitas dan hipertensi. Zat bersifat Antioksidan pada bunga kol membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu mengurangi risiko stroke, kanker dan penyakit neurodegenerative. Kembang kol juga berguna untuk menjaga kesehatan tulang, otak, keseimbangan elektrolit, menjaga kadar kolesterol, dan mencegah gangguan terhadap kardiovaskular.
Kandungan dalam Bunga Kol :
  1. Vitamin C (asam askorbat),
  2. Folat, 
  3. Vitamin K (phylloquinone) 
  4. Vitamin B-6. 
  5. Vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), 
  6. Vitamin E (alfa-tokoferol) .
  7. Kalsium, 
  8. Magnesium, 
  9. Fosfor,
  10. Kalium dan
  11. Mangan 
  12. Protein
Manfaat Bunga Kol bagi kesehatan :
  1. Baik untuk kesehatan jantung
  2. Mencegah sembelit
  3. Meningkatkan kesehatan kehamilan
  4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  5. Menguatkan tulang
  6. Mengurangi resiko kanker
  7. Menurunkan berat badan
  8. Kapasitas antioksidan
  9. Gangguan Perut
  10. Pernapasan papillomatosis
  11. Degenerasi makula
  12. Detoksifikasi
  13. Radiasi ultra violet
  14. Gangguan neurodegenerative
  15. Hipertensi dan kolesterol
  16. Keseimbangan elektrolit
  17. Diabetes
  18. Kolitis
  19. Stoke

Bunga Kates/Pepaya

Kates atau juga disebut pepaya merupakan sebutan untuk buah pepaya dalam bahasa daerah jawa. Kita sering menjumpai buah ini di sekitar pekarangan kita. Kates atau pepaya tidak hanya bisa dikonsumsi buahnya saja namun juga daun serta bunganya juga bisa di konsumsi sebagai olahan sayuran. Rasa dari olahan ini kebayakan terasa pahit karena kates mempunyai banyak getah, tapi kalau di olah secara benar akan terasa enak dan rasa pahitnya pun akan hilang. Cara menghilangkan rasa pahitnya adalah dengan merebus bunga kates atau pepaya dengan daun jambu air sebelum diolah menjadi tumisan dan jenis kuliner lainnya. Cara lainnya dengan mengurapi bunga  Kates atau pepaya dengan garam agar getahnya hilang.
Bunga kates atau pepaya juga memiliki bentuk serupa terompet kecil. Warnanya kuning pucat kekuningan cenderung ke arah warna putih dan dilengkapi dengan tangkai yang agak panjang. Bunga ini tumbuhan pada batang tetapi pada pepaya jantan, bunganya tumbuh pada tangkai yang memanjang. Bunga kates atau pepaya ini lazimnya ditemukan pada area pucuk pohon pepaya. Bunga pepaya memiliki karakteristik rasa yang pahit sama seperti daunnya. Hal ini disebabkan oleh kandungan Alkaloid Carpein atau C14H25No2. Senyawa ini ditemukan oleh Dr.Carpein di tahun 1980. Berdasarkan penelitian lanjutan, diketemukan fakta bahwa zat alkaloid carpein ini bisa digunakan untuk mengobati penyakit jantung. Dengan demikian, salah satu khasiat bunga kates atau pepaya adalah membantu penyembuhan penyakit jantung.
Kadungan dalam Bunga Kates atau Pepaya dalam 100 gram :
  1. Energi sebanyak 45 kkal
  2. Protein yang ada dalam bunga pepaya sebanyak2,6 gr
  3. Lemak sebanyak 0,3 gr
  4. Karbohidrat sebanyak 8,1 gr
  5. Kalsium sebanyak 290 mg
  6. Fosfor sebanyak 113 mg
  7. Zat Besi sebanyak 4,2 mg
  8. Vitamin A sebanyak 0 IU
  9. Vitamin B1 dalam buanga pepaya sebanyak 0,01 mg
  10. Vitamin C sebanyak 23,3 mg
  11. Dan lain-lain.
Manfaat dan Khasiat Bunga Kates atau Pepaya Bagi Kesehatan: 
  1. Antiosidan
  2. Penyakit Jantung
  3. Obat Penambah Nafsu Makan
  4. Memperkuat Tulang Dan Gigi
  5. Melancarkan Pencernaan
  6. Mencegah Penyakit Kanker
  7. Tekanan Darah Tinggi